MAKALAH RENANG (word)
Disusun oleh : Audinta Sakti Firmansyah
Pemberi Tugas : Fatahuddin, S.Pd
Abstrak
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa selalu kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, istri-istri beliau, keluarga/kerabat beliau, sahabat beliau, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Pembuatan makalah renang ini saya maksud untuk memenuhi tugas dari bapak Fatahuddin,S.Pd tentang olahraga air, yaitu renang.
Dalam pembuatan makalah ini saya rasa masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu saya mengharap kritik dan saran yang membangun bagi makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman teman semua. Aamiin..
Simpang Empat, Desember 2017
Penyusun
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Berenang
adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan.
Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai
sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan,
mandi, atau melakukan olahraga air.
Olahraga
renang dengan gaya seperti sekarang ini kali pertama diperkenalkan di Jepang
melalui kejuaraan renang yang diselenggarakan di negara itu. Pada tahun 1603,
sekolah-sekolah di Jepang memasukkan olahraga renang sebagai pelajaran wajib.
Oleh karena itu, tidak heran jika banyak kejuaraan renang tingkat internasional
selalu didominasi oleh perenang-perenang dari Jepang. Sejalan dengan perjalanan
sejarahnya, olahraga renang ini selalu mengambil jarak tempuh yang relative
jauh.
1.2 Tujuan Penulisan
-
Memenuhi
tugas penjasorkes
-
Mencari
ilmu tentang renang
1.3 Rumusan Masalah
Ø Bagaimana sejarah olahraga renang di
dunia?
Ø Jenis-jenis/gaya apa saja yang terdapat
dalam renang?
Ø Apa resikonya dan bagaimana cara
mencegahnya?
Ø Adakah peralatan khusus untuk renang?
Ø Apa organisasi renang dunia?
Ø Apa lomba untuk renang tingkat dunia?
Ø Ukuran kolam renang standar internasional?
Ø Peraturan Renang?
Ø Siapa Atlet-Atlet Renang Terbaik Dunia?
BAB II Pembahasan
2.1 Sejarah Olahraga Renang
Renang telah
dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman
batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah
barat daya Mesir. Gambar-gambar yang ada di dalam gua nampak menunjukkan gaya
dada atau gaya anjing mengayuh, meskipun bisa jadi ia mungkin menunjukkan
gerakan yang berkaitan dengan prosesi ritual yang artinya tidak ada kaitannya
dengan renang.
Catatan tertua mengenai Berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang Berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab, serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai Berenang yang pertama.
Perlombaan
Berenang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam
Berenang. Saat itu, sebagian besar peserta Berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan Berenang
di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik Berenang gaya bebas suku Indian
di Amerika Selatan.
Berenang merupakan salah satu cabang olahraga
dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai
nomor baru Berenang Olimpiade. Persatuan Berenang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA)
dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang
pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya
tersendiri pada tahun 1952.
2.2 Jenis-Jenis Gaya Renang
Dalam
Berenang untuk rekreasi, orang Berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu.
Gaya Berenang yang dilombakan dalam perlombaan Berenang adalah gaya kupu-kupu,
gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam pelajaran Berenang, perenang
pemula belajar gaya dada atau gaya bebas.
Dalam lomba
Berenang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya
Berenang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti
halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Berenang
Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor Berenang gaya
bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang Berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan
hampir secara universal oleh perenang dalam nomor Berenang gaya bebas. Berikut
ini keterangan masing – masing gaya dalam berenang.
Gaya Bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Gaya bebas
merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya
bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat
perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di
gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula
Gaya Dada
Gaya dada
merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh
stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada
atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke
permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan
tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan
diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan
membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh
meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan
dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan
tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Gaya Punggung
Sewaktu
berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke
permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil
napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan.
Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung
jumlah gerakan.
Dalam gaya
punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi
tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian
digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di
luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu
berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya
kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung
melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan
kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua
belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya Kupu-Kupu
Gaya
kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada
menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke
bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua
belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan
sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan
hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika
kepala berada di luar air.
Gaya
kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru.
Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu
perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya
kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan
renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan.
Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya
bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak
dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih
besar.
2.3 Resiko yang Mungkin Timbul dan Cara Pencegahannya
Terdapat
berbagai risiko saat manusia berada di air, baik sengaja maupun tidak sengaja.
Kecelakaan di air dapat menyebabkan cedera hingga kematian akibat tenggelam.
Oleh karena itu, sebelum memasuki air, perenang harus mencari tahu kedalaman
kolam renang, sungai atau laut yang ingin direnangi.
Berenang di
sungai atau di laut bisa sangat berbahaya bila terdapat arus deras atau ombak
besar secara tiba-tiba. Orang yang sedang dalam pengaruh alkohol dan
obat-obatan dilarang untuk berenang.
Kaca mata renang
dapat mencegah mata orang yang memakainya dari iritasi. Berenang di air kotor
akan menyebabkan penyakit kulit dan iritasi mata. Di kolam renang , bakteri
penyebab penyakit di kendalikan dengan pemberian kaporit. Pergantian air yang teratur akan meningkatkan
kualitas air kolam yang sehat.
2.4 Peralatan dan Pakaian Untuk Renang
Berenang secara
alami tidak membutuhkan perlengkapan atau pakaian khusus. Manusia dapat
Berenang tanpa perlengkapan apapun dalam kondisi apapun.Berenang yang ditujukan
untuk rekreasi dan olahraga terkadang membutuhkan pakaian dan perlengkapan
khusus untuk membantu memudahkan bergerak di air.
Pakaian yang digunakan untuk Berenang dirancang untuk memudahkan manusia bergerak di air. Pakaian Berenang biasanya terbuat dari bahan karet yang mengikuti bentuk tubuh untuk menghindari masuknya udara ke dalam pakaian. Pakaian Berenang juga dirancang untuk mempercepat pergerakan manusia di air, rancangan seperti ini ditujukan bagi kegiatan Berenang untuk kompetisi.
Selain
pakaian yang dirancang khusus, dalam Berenang terkadang membutuhkan
perlengkapan khusus seperti kaca mata Berenang, ban Berenang, penutup telinga
dan hidung, penutup kepala. Secara umum perlengkapan Berenang tersebut
ditujukan untuk memudahkan Berenang dan menghindari risiko yang timbul akibat
Berenang
2.5 Organisasi Renang Dunia
Organisasi
renang tingkat dunia ini disebut FINA (Fédération Internationale de Natation).
FINA ini diakui oleh Komite Olimpiade
Internasional (IOC). Selain renang, FINA juga merupakan induk organisasi
internasional polo air, selam, renang indah, dan renang perairan terbuka.
Markas besar FINA berada di Lausanne, Swiss. Induk organisasi olahraga renang,
renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah di setiap negara dan
teritori berhak menjadi anggota FINA.
Selain
mengadakan kejuaraan internasional dan regional, FINA berusaha memajukan
olahraga renang di seluruh dunia, antara lain dengan menambah jumlah fasilitas
olahraga renang. FINA bertugas membuat peraturan internasional untuk kejuaraan
renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah.
2.6 Perlombaan Renang Tingkat Dunia
Perlombaan
renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin,
dan empat gaya renang ( gaya bebas , gaya kupu-kupu , gaya punggung, dan gaya
dada). Berikut ini adalah nomor-nomor renang putra dan putri yang dilombakan di
Olimpiade :
* Gaya bebas
: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)
* Gaya
kupu-kupu : 100 m, 200 m
* Gaya
punggung: 100 m, 200 m
* Gaya dada:
100 m, 200 m
* Gaya ganti
perorangan: 200 m, 400 m
* Gaya ganti
estafet: 4 x 100 m
* Gaya bebas
estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m
* Marathon 10
km
Federasi
Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
* Gaya bebas:
50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
* Gaya
punggung: 50 m, 100 m, 200 m
* Gaya dada:
50 m, 100 m, 200 m
* Gaya
kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
* Gaya ganti
perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
* Gaya ganti
estafet: 4×100 m
* Gaya bebas
estafet: 4×100 m, 4×200 m.
Pada nomor
gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian
untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada,
dan gaya bebas.
Pada nomor
renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang
lintasan pendek 25 m.
Pada nomor 4
x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing
berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan
perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya
bebas.
2.7 Ukuran Kolam Renang & Peralatan Lain
Kolam Renang
Panjang kolam
renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m.
Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade
ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum
1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m
dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di
bagian lainnya adalah 1,0 m.
Lintasan
Lebar
lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar
lintasan pertama dan lintasan terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan
dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.
Tali lintasan
terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang
panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat
berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut
warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan
kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang
diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat).
Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling
tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di
lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di
bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.
Pengukur Waktu
Dalam
perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur
waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini
hanya 1 cm.
Perenang
mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh
pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg,
Kanada.
Balok Start
Di setiap
balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan
sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari
balok start.
Tinggi balok
start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah
0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start
tidak melebihi 10°.
2.8 Peraturan Renang
Pada nomor
renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start
di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit
ditekuk.
Pada nomor
gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke
dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki
bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan.
Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti
estafet.
Wasit start
memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok
start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet).
Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam
bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila
perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga tembakan pistol
start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.
2.9 Atlet-Atlet Renang Dunia
Mark Andrew Spitz (AS)
Dilahirkan
dengan nama lengkap Mark Andrew Spitz lahir pada 10 Februari 1950 di Modesto
California. Hingga kini masih tercatat sebagai perenang terbaik dunia. Prestasi
luar biasa yang pernah ditorehkannya terjadi pada Olimpiade Munich 1972, dimana
ia meraih 7 medali emas plus satu perak dan satu perunggu. Total medali emas
yang diraihnya selama Olimpiade adalah 9 karena pada Olimpiade Meksiko 1968,
Spitz merebut 2 medali emas. Selama kariernya Spitz telah memecahkan 33 rekor
dunia, dan tercatat sebagai atlet terbaik olimpiade 1972, dan menjadi perenang
terbaik pada tahun 1969, 1971 dan 1972.
Matt Biondi (AS)
Perenang
dengan ciri khas botak ini lahir dengan nama Matthew Nicholas Biondi di Palo
Alto, California pada 8 Oktober 1965. Matt Biondi tampil dalam tiga Olimpiade
masing-masing Los Angeles 1984, Seoul 1988 dan Barcelona 1992. Selama kariernya
tampil di Olimpiade Biondi meraih 11 medali emas, 1 diantaranya di Los Angeles
84, 5 emas di Seoul 88, dan 2 di Barcelona 92. Namanya diabadikan dalam Hall of
Fame atlet Olimpiade Amerika Serikat dan Hall of Fame perenang Dunia.
Michael Phelps (AS)
Tercatat
sebagai perenang tersukses di dunia dengan menghentikan rekor Mark Spitz. Rekor
Spitz dengan merebut 7 medali emas di Olimpiade Munich dihentikan Phelps pada
Olimpiade Beijing 2008 dengan meraih 8 medali emas. Total medali yang sudah
digenggam pemilik nama lengkap Michael Fred Phelps di Olimpiade sebanyak 16
medali, enam emas dan dua perunggu lainnya direbut di Athena 2004. Selepas
Olimpiade musim panas 2008, perenang kelahiran 30 Juni 1985 ini mendirikan
Yayasan Michael Phelps yang bergerak di bidang perkembangan renang dan gaya
hidup sehat.
Ian Thorpe (Australia)
Perenang
berjuluk Thorpedo yang dilahirkan di New South Wales, Sydney Australia, 13
Oktober 1982 ini mencuri perhatian dunia saat merebut dua medali emas pada
nomor 400 meter gaya bebas putra dan estafet 4×200 meter gaya bebas di
Kejuaraan Renang Dunia 1998 di Perth Australia. Satu tahun berselang Thorpedo
mencatat prestasi lebih baik saat Kejuraan Renang Dunia di gelar di Hongkong
dengan torehan 3 emas. Pada Olimpiade 2000 yang digelar di Sydney, Thorpedo
hanya merebut 3 emas untuk nomor 400 meter gata bebas, estafet 4×100 meter gaya
bebas dan 4×200 meter gaya bebas, serta 2 medali perak di nomor 200 meter gaya
bebas dan estafet 4×100 gaya ganti. Prestasi terbaiknya terjadi di Kejuaraan
Dunia Renang 2001 di Fukuoka Jepang. Thorpe berhasil menyabet 6 medali emas,
masing-masing dari nomor spesialisnya 200, 400 dan 800 meter gaya bebas,
estafet 4×100 meter, 4×200 meter gaya bebas dan 4×100 meter gaya ganti.
Alexander Popov (Rusia)
Kejutan yang
diperlihatkan pertama kali terjadi di Olimpiade Barcelona 1992 dengan merebut
emas nomor bergengsi sprint 50 dan 100 meter gaya bebas putra dan perak estafet
4×100 meter gaya bebas dan 4×100 meter gaya ganti. Mempertahankan emas dinomor
bergengsi sekaligus spesialisnya 50 dan 100 gaya bebas dilakukan Kejuaraan
Dunia 1994 di Roma dan Olimpiade Athena 1996. Popov juga mampu merebut 18
medali emas untuk Kejuaraan Eropa sejak 1993 hingga 2004, plus 3 medali perak
dan 2 medali perunggu.
BAB III Penutup
3.1
Kesimpulan
Berenang
adalah olahraga yang mempunyai banyak macam gaya seperti gaya bebas, gaya
punggung, gaya dada dan gaya kupu – kupu. Namun seperti pada olahraga yang
lainnya, olahraga berenang juga mempunyai resiko yang mampu menyebabkan
kematian, oleh karena itu perlunya mempehatikan dengan detail mengenai perlengkapan
renang dan tata cara dalam berenang agar anda bisa nyaman dan selamat ketika
berenang.
3.2
Kritik
& Saran
Sekian
informasi yang penyusun jelaskan. Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penyusun angat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun. Dan semoga Dengan selesainya makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...
Sumber
google.com
>>link word<<
Komentar
Posting Komentar